Sebuah
catatan kecil untuk Matahari, Bintang, dan Pelangi yang mengusik
kehidupanku...
Hey...
Kamu, iya kamu, kamu yang duduk dipojok itu lho. Malah toleh – toleh, iya kamu,
itu. kamu si Bulan. Hehm... Aku bingung harus memulai darimana. Aku adalah
Bulan, beberapa tahun lalu, tepatnya dua tahun ini, aku hidup dalam selimut
harapan yang entah kapan harapan itu akan menjadi kenyataan. Tapi itu tidak
begitu penting. Aku, Bulan yang ketika malam tiba baru terlihat pancaran
sinarnya. Haha.. Serendah diri itukah aku? Hingga ketika malam tiba saja aku
mampu untuk memancarkan keindahanku.. Lalu, apa yang terjadi aku disiang hari?
Hehm... Aku menjadi rapuh, menjadi silau karena sinar dari Sang Matahari.
Matahari,
iya kamu Matahari. Kamu itu begitu mengusikku, kenapa setiap waktu selalu saja
ingin tahu tentang kilauku, tentang mimpi – mimpi, cita – cita, dan harapanku?
Aku ingin sekali berkata dihadapanmu, ‘Berhenti menggangguku!! Aku bahagia
dengan kilauku saat ini, jangan sok menjadi super
hero, aku tidak butuh!!!’
Tetapi seperti harapanku yang entah kapan akan menjadi nyata, sepertinya itu
tidak mungkin, kita tidak pernah sejalan dan setujuan. Ketika siang, aku
terlalu takut untuk memandang silaumu dan ketika malam kamu terlalu angkuh
untuk mengagumi kilauku. Hah, mungkin sepanjang waktu kamu akan selalu mengusik
kilauku. Merepotkan!!
Bintang,
iya kamu Bintang. Kamu tahu apa kesalahan terbesarmu? Tepat sekali, kamu
terlalu menyibukkan diri mengagumi keindahan kilauku dan melupakan cara untuk
menjadi sejalan dan setujuan denganku. Kamu tidak ada bedanya dengan Matahari.
Kamu itu begitu dekat denganku, setiap dan sepanjang malam kita lalui bersama,
tapi apa? Tidak pernah sedetik pun kamu mau untuk mengatakan sesuatu tentangku.
Aku hanya ingin keberanian darimu, mengatakan bahwa kilauku benar – benar
memukaumu, tapi bukan dibelakangku melainkan dihadapanku. Tidakkah kamu tahu,
aku menunggu saat itu? Tapi, tidak ada kejelasan darimu. Hehm....
Menjengkelkan!!
Pelangi,
iya kamu Pelangi. Kamu itu seperti gunung es bagiku. Begitu membuatku berada
dalam situasi yang amat dingin, namun mencair ketika pertahanan benteng goyah.
Kehadiranmu yang muncul tiba – tiba selaras dengan kepergianmu yang tiba – tiba
pula. Aku terlalu bingung memahami dirimu Pelangi. Mungkin didalam kilauku
hanya ada keindahan warna yang tidak lelah engkau pancarkan, namun aku takut
jika suatu saat aku tidak dapat melihat lagi warna – warna itu dengan hatiku.
Ketahuilah, aku tidak selamanya bisa berlayar tanpa arah dan tujuan seperti
ini. Aku butuh kepastian darimu. Engkau tahu, kita berada dalam dimensi yang
amat sangat berbeda, bukan disiang hari, bukan pula dimalam hari perjumpaan
itu. Kamu pun hanya nampak dikejauhan, yang tak dapat aku lukiskan betapa pun
jauh jaraknya.
Matahari,
Bintang dan Pelangi..
Aku
terlalu lelah berada diantara lingkaran bersama kalian. Sampai kapan ini harus
aku alami? Tidak bolehkah aku bahagia bersama yang aku nanti. Atau inilah jalan
yang harus aku tempuh, mungkin inilah jalanku untuk memancarkan kilauku???
Inikah jalanku untuk mencari apa yang belum aku dapat, dan menemukan apa yang
telah aku cari?
Siapakah
yang akan menuntunku dimasa nanti? Engkaukah Matahari? Engkaukah Bintang? Atau
engkaukah Pelangi? Aku tidak tahu, kalian juga tidak tahu, hanya yang tidak
terlihat yang tahu.
Ini hanya
perkara waktu, kalian tahu waktu??? Perputaran roda. Hehm....
Jangan
sesalkan ketika suatu waktu nanti, aku memancarkan kilau itu bersama Meteor.
Kalian tahu Meteor? Sesuatu yang dahsyat... Sesuatu yang tidak terduga namun
sangat mengagumkan, mungkin hampir sama denganmu Pelangi. Tapi tidak, kalian
berbeda. Meteor tidak akan meninggalkan Bulannya dalam kebimbangan, Meteor akan
menuntun Bulan bersama – sama untuk memancarkan kilaunya. Tidak sepertimu
Pelangi. Engkau terlalu sibuk menghias hidupmu dengan warna – warni tanpa
pernah melihat dan memahami apa yang aku mau.
Inilah
hidup. Inilah hukum alam. Inilah proses, mungkin bertemu dan mengenal Matahari,
Bintang, dan Pelangi adalah sebuah proses, lalu jika aku bertemu Meteor, itu
sebuah proses ataukah sebuah hasil akhir???? Hehm.... Tidak ada yang tahu,
tidak juga aku, tidak juga kalian, hanya yang tidak terlihat yang tahu....
Penuh
kerinduan untukmu......